Hai, pada punya social media kan? Iya lah pasti, di zaman modern kaya sekarang sosial media banyak dibutuhin. Malah jaman sekarang, kalau gak punya sosial media biasanya dikatain jadul. Apa aja sih sosial media itu? Banyak! Ada Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan masih banyak lagi. Saya juga punya beberapa sosial media di internet. Walaupun tidak semua sosial media saya aktif, tapi saya selalu memantau informasi ter-update dari jejaring sosial yang saya punya.
Tapi pernah saya berpikir, apa gunanya saya punya banyak sosmed? Apa gunanya saya menulis status di sosmed? Saya pernah juga berpikir, saat saya memiliki sosmed dan harus "membagi" kegiatan/sesuatu tentang saya, saya merasa "kehilangan" privasi. Mengapa begitu? Begini contohnya, saat saya berada di suatu mall, di satu sisi saya ingin "membagi" kegiatan saya hari ini melalui jejaring sosial Path, tapi di satu sisi saya pun berpikir kembali, untuk apa saya lakukan itu? Apa hanya untuk "memperlihatkan" kesibukan saya? Sama saja "membagi" privasi pribadi untuk semua orang. Orang-orang akan mengetahui kegiatan saya apa saja, terutama untuk orang-orang yang memiliki tingkat "keingin tahuan" dengan level yang tinggi. Toh, siapa juga yang peduli kegiatan saya? Dan juga apa mempunyai manfaat untuk saya? Kira-kira begitu pemikiran saya. Mungkin alasan tadi ada yang setuju ada yang tidak, tapi alasan tadi murni dari pendapat dan hasil pemikiran saya baru-baru ini. Karena pendapat tadi, kini saya mulai sedikit-sedikit menghilang dari jejaring sosial. Tapi tidak semua jejaring sosial akan saya tinggalkan, saya akan tetap menggunakan sosial media yang menurut saya masih dibutuhkan.
Memang tidak munafik, karena adanya sosial media saya jadi mudah mengetahui dimana lokasi dan sedang kegiatan apa teman-teman saya. Saya juga banyak mengetahui informasi-informasi dari sosial media, terutama masalah kampus. Karena sosial media juga, saya mudah "ngepoin" orang-orang yang sudah berteman dengan saya di jejaring sosial hahaha.
Sosial media pasti punya dampak positif dan negatif. Tapi dampak itu tergantung si pemakai menggunakannya. Pemakai yang cerdas akan secara bijak mengelola sosial media pribadinya. Pemakai yang cerdas juga akan sangat berhati-hati saat akan memposting sesuatu yang ingin dia posting. Sering kejadian di sosial media, karena terlalu vulgar berucap di jejaring sosial, akhirnya dapat menyinggung beberapa pihak dan pihak yang tersinggung tersebut menuntut si pengucap. Ingat juga saat ini kita punya undang-undang tentang sosial media, jadi saya mengingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan jejaring sosial.
Sepertinya postingan ini mulai ngawur dan tidak jelas, saya akhiri saja postingan ini haha. Mungkin pendapat yang saya sebut tadi bisa menjadi pertimbangan untuk teman-teman semua. Jadilah pengguna jejaring sosial yang bijak dan cerdas. Terima Kasih :-)
-Shinta Sekaring Wijiutami-
SosMed
- Senin, 07 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar